Larangan Mengejek, Mengolok-olok Perkara yang Merupakan Bagian dari Islam

Pernah mendengar atau melihat tulisan orang yang mengaku islam namun mengolok-ngolok salah satu ajaran Islam? Misalnya perkataan seseorang kepada saudaranya yang memelihara jenggot dengan sebutan si kambing, mengejek saudarinya yang menggunakan cadar dengan sebutan ninja, atau mengejek seorang muslimah yang memakai jilbab yang benar dengan mengatakan “Kemana-mana kok pakai baju sholat/mukenah” dan lain sebagainya.

Akhir-akhir ini saya melihat tulisan di Facebook yang menuliskan: "agar syar'i maka jangan om telolet om, tetapi bib telolet bib". bib di kalimat tersebut mengacu pada panggilan habib; sedangkan syar'i adalah sebuah kata yang mengacu pada syariat islam.

Sungguh disayangkan memperolok Islam hanya untuk mendapatkan like atau komentar "setuju" dan tertawa dari teman-teman Facebook yang belum tentu menjadi teman mereka di hari akhir nanti.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah, “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian berolok-olok?” “Tidak usah kalian minta maaf, karena kalian telah kafir sesudah beriman”. (QS : At Taubah [9] : 65-66).